Semingguan ini, hampir saya tidak bekerja secara maksimal. Blog tidak terurus, earning turun, konsentrasi semuanya buyar. Semua ini gara-gara persiapan Ujian Teori SIM A yang akan saya jalani. Tepatnya tanggal 25 Maret 2009 kemaren saya datang lagi ke bagian pelayanan SIM Pare. Sebelumnya saya sudah belajar soal dan jawaban Ujian SIM yang sudah saya download di internet :mrgreen: . Serta beberapa downloadan materi ujian seperti rambu dan marka jalan.

Perlu diketahui Soal Ujian SIM ada 30 soal dan untuk lulus saya harus benar 18 soal. Ujian pertama saya gagal hanya benar 14, setelah belajar dari soal tanya jawab ujian SIM itu akhirnya saya bisa benar 21 soal, kemajuan pesat..hehehe..

Setelah ujian teori lulus akhirnya ujian praktek yang dilangsungkan keesokan harinya karena saya nggak bawa mobil. Besoknya sambil bawa mobil, saya langsung ke lapangan praktek. Ada 2 ujian yaitu Ujian Parkir yaitu kita harus bisa parkir kendaraan maju dan mundur tanpa boleh maju mundur. Jadi kalau maju ya maju terus kalau mundur ya mundur terus. Ujian kedua yaitu Ujian Tanjakan, kita harus berhenti di tanjakan dan naik lagi tanpa boleh mlorot ke bawah.

Dari kedua ujian praktek ini, saya bisa lulus dengan susah payah. Susah payah kenapa? Karena saya bawa mobil Panther yang mesinnya Diesel dan besar bodinya. Jadi saya sarankan pakai mobil yang kecil seperti Suzuki Carry yang bodinya kecil jadi nggak nabrak pagar pembatas pas ujian parkir.

Ada beberapa saran saya sebelum anda ikut Ujian SIM melalui jalur legal!

  1. Belajarlah dahulu materi soal tanya jawab disini
    http://rofiul.blogdetik.com/files/2009/03/kumpulan-soal-jawab-teori-sim132-157habis.pdf,
    http://rofiul.blogdetik.com/files/2009/03/kumpulan-soal-jawab-teori-sim92-131.pdf,
    http://rofiul.blogdetik.com/files/2009/03/kumpulan-soal-jawab-teori-sim52-91.pdf,
    http://rofiul.blogdetik.com/files/2009/03/kumpulan-soal-jawab-teori-sim1-51.pdf
  2. Cobalah untuk tes Ujian teori dulu dan rasakan feel-nya :mrgreen:
  3. Jangan terburu untuk nyari SIM via orang dalam
  4. Belajarlah dulu untuk mengemudi, miliki sopan santun dalam mengemudi. Jalan raya bukan sirukuit untuk balapan. Jadi lebih baik baca peraturannya dan laksanakan. Karena itu saya sarankan untuk berusaha dulu melalui jalur legal.

Anda tahu, beberapa kali saya disarankan untuk “membeli SIM” melalui orang dalam tak terkecuali orang tua dan calon mertua saya.. hahaha..

Bahkan saat akan jalan-jalan siang sabtu minggu sebelum ujian teori kedua, saya kena tilang karena dicegat (biasanya sih enggak :p ). Pas saya tanya dengan iseng,

“Pak, kalau nggak lulus ujian kedua gimana ya?”.
(Dalam hati saya berharap bapak ini menjawab, Ya ujian ketiga, mas!)
“Ya minta diuruskan orang dalam aja, mas”, Jawab pak Polisi yang menilang dengan gampangnya
(Anjriit, polisi dimana aja sama)
“Tapi saya nggak kenal orang dalam, pak”, saya balik nanya
(pura-pura bego, padahal emang iya)
“Udah nanti hari senin ketemuan dengan saya di Pos Polisi samping pasar lama situ, cari mas XXX”
“Oh gitu, ya..ya..”, jawab saya sambil menyerahkan lembaran uang berwarna biru.

Ndilalah pas Hari Senin saya nyari orang itu nggak ketemu dan bisa ketemuannya hari Rabu, pas dengan jadwal saya ujian teori kedua. Bimbang? enggak… saya yakin memang ini jalan yang ditunjukkan Allah SWT untuk mencari SIM melalui jalan yang Insya Allah lurus. Minimal niatnya sudah benar :mrgreen:

Jangan bermimpi birokrasi Indonesia akan lurus, kalau masih ada orang-orang pemakai jasa birokrasi itu yang menggunakan jalur cepat seperti calo atau orang dalam. Mari perbaiki, dan mulailah dari diri kita dulu.

Salam Super! :mrgreen:

Foto SIM saya :

Ujian SIM A


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share
  • Facebook