Pada saat menyebar undangan pernikahan kemarin, saya sengaja datang sendiri mengantar ke rumah teman-teman SMA saya yang masih bisa saya hubungi. Tentunya tidak sekedar mengantar undangan saja, tapi juga ngobrol ngalor ngidul menceritakan pengalaman hidup selama tidak bertemu.

Hingga akhirnya mereka menanyakan perkembangan SMANSA tercinta,”Gimana kabare SMANSA, katanya IT-nya sudah maju..”, kebanyakan mereka bertanya seperti itu. Bahkan teman saya yang dipelosok desa juga sudah tahu perkembangan SMANSA ini.

Tentu saya yang termasuk di dalam tim IT-nya merasa bangga, SMANSA bisa memiliki hal yang dibanggakan di mata masyarakat. Padahal saya mengira perkembangan IT di SMANSA belum diketahui masyarakat lebih luas dari Kota Pare saja.

Alhamdulillah jika memang perkembangan SMANSA ini bisa diketahui oleh para alumni, semoga kita merasa bangga pernah bersekolah di SMAN 1 Pare.

Do’akan kami bisa terus mengembangkan IT di SMANSA Pare tercinta :)

Kemarin beberapa teman dari blogger KotaTahu mau membuat acara seminar mengenai Blogging dan tema yang diambil seperti yang ada di judul posting ini. Rencananya mau mengundang pembicara dari blogger dari kota TA atau AE (inisial :p ). Saya pun menawarkan diri, kalau memang mau saya bisa memberikan materi itu. Itung-itung harus ada Blogger Kediri yang bisa dijadikan contoh, masak harus ngundang sampai luar kota. Ya istilahnya membangun kota sendiri lah visinya :d .

Pada dasarnya misi saya adalah mengenalkan dunia internet terutama blogging bagi masyarakat Kediri. Peluang bisnis di internet sangat luas dan memerlukan ide cemerlang kita untuk bisa memanfaatkan peluang ini. Apalagi saat ini pertumbuhan konsumsi internet semakin tinggi, ditandai dengan menjamurnya Warnet di Kediri. Yang lebih khusus lagi semoga acara seminar ini bisa memberikan media alternatif bagi para netter belia dan pemula. Karena kalau saya perhatikan kegiatan ngenet mereka masih seputar download lagu, cari wallpaper, ringtone, game dan bahkan yang berbau pornografi (jangan ya!). Kalau mereka tahu dari internet bisa cari duit, tentu kegiatan mereka akan lebih terarah dan lebih semangat lagi ngenetnya :d .

Yang mau ikutan acaranya tanggal 11 Juni 2009 pukul 14.00 WIB di Hotel Lotus Garden, Kediri. Tiketnya bisa kontak ke Pak Hermanuddin 0856 4528 2891.

Acara ini disponsori Telkom Speedy

C U

Gara-gara Tombol F5

Mei 28, 2009 | | 4 Comments

Hanya sekedar ingin berbagi kisah saat kemarin membantu berbagi ilmu di SMANSA saat acara In House Training PSB. Acara yang berlangsung 2 hari ini memang cukup melelahkan (harusnya) mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, tapi semua itu terbayar lunas melihat semangat bapak ibu guru SMANSA yang yang semangat 45 agar bisa membuat bahan ajar berbasis TIK.

Seperti biasanya saat pelatihan atau workshop, saya harus ngider keliling sana sini membantu bapak ibu yang kesulitan. Memang untuk belajar sesuatu hal yang baru, pasti berat apalagi benar-benar dimulai dari nol. Minimal udah tahu kegunaan mouse dan posisi huruf di keyboard :mrgreen: .

Pada hari ke-2, bahasannya sudah mengenai PowerPoint. Hingga sampai pada menampilkan slide dengan slideshow. Bapak Hermannuddin selaku fasilitator sudah memperagakan cara menampilkan slideshownya via layar monitor dan memerintahkan untuk Menekan F5.

Saya yang sebelumnya duduk di karpet karena agak capek berdiri terus, langsung celingukan melihat bapak ibu guru. Wah jangan-jangan malah diketik F5 nih!. Setelah melihat beberapa guru, ooh.. sudah benar (batin saya), sudah tahu letak posisi F5.

Hingga akhirnya saya dipanggil seorang ibu guru

“Mas, ini gimana kok ndak bisa?”, ibu-nya bertanya.
Saya yang agak jauh langsung mendekat ,”Sebentar, bu”.

Pas sudah dekat. “Ini gimana sudah saya F5 nggak bisa”
“Bentar, saya cek dulu”, sahut saya.
Pas lihat monitornya..
weee..lha dalah..
di layar ibunya terketik

FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF5555555555555555555555555555

Saya yang dalam posisi setengah berdiri, langsung ketawa ngakak sambil duduk… nggak nahan ketawanya, sampe nangis :d . Sampe akhirnya saya sungkan ngetawain ibuknya ,”Jangan diketawain tho, mas..”, kata ibuknya sambil senyum-senyum.

Ya begitulah suasana saat pelatihan di SMANSA. Memang untuk memberikan ilmu bagi bapak ibu guru yang terbilang sepuh-sepuh ini perlu pemahaman dan kesabaran tinggi. Untuk mengetahui seberapa kemajuan yang bisa dicapainya.

In House Training SMA Negeri 1 Pare

Alhasil, saya bisa merasakan kepuasan berbagi ilmu dengan bapak ibu guru di SMANSA Pare. Semoga ilmunya bisa bermanfaat bukan hanya bagi siswa siswi SMAN 1 Pare tapi juga bagi SMA lainnya melalui program Pusat Sumber Belajar ini. Amin

Isu yang sedang hangat di SMANSA adalah kebijakan terbaru dari kepala sekolah kita yang baru. Beberapa program yang sudah berjalan dengan optimal dihentikan dengan beberapa alasan. Tentu saja ini membuat ketidakpuasan bagi para stakeholder yang sudah bersusah payah dengan peluh keringat agar bisa menjalankan program tersebut. Disamping menimbulkan ketidakpuasan, maka kita yang sudah maju selangkah akhirnya melangkah mundur lagi.

Yang patut saya pertanyakan disini adalah program kerja beliau ke depan itu apa?

Kalau beliau sudah menyebabkan 1 kemunduran di SMANSA, lalu bisakah beliau membuat 1 langkah kemajuan lagi untuk menyeimbangkan kemunduran tadi di SMANSA?

Saya bukan apa-apa di SMANSA, saya hanya alumni yang sangat peduli dengan perkembangan SMANSA. Saya ingin adik-adik kelas saya bisa mendapatkan yang terbaik dari dunia pendidikan. Itu semua berdasarkan masa SMA saya dulu, yang tidak pernah merasakan fasilitas seperti sekarang. Dibanding dulu, saat ini SMANSA sudah sangat jauh berkembang.

Karena itulah saya tidak rela jika SMANSA harus mundur lagi selangkah. Ataupun kalau mundur selangkah, sang Kepala Sekolah harus bisa membuat satu langkah maju. Tapi bisakah?

Banyak Majunya atau Mundurnya? Atau mundur terus nggak maju-maju.. itu sih kelewatan!

Saat melakukan penjurian kemarin, ada beberapa hal yang menarik bagi saya saat melihat blog dari teman-teman kelas X. Dari yang menarik, kagum bahkan mungkin sedikit kecewa :d . So far, saya bisa beranggapan bahwa nge-blog di SMANSA sudah mulai membudaya sebagai bentuk kreatifitas menulis dari siswa. Banyak tulisan original dari para siswa yang bagus-bagus dan saya yakin tidak mudah membuat tulisan seperti itu. Apalagi disertai dengan foto kejadiannya, udah seperti reporter sungguhan :d .
Read more

Anda tahu ada beberapa kategori blogger, salah satunya nge-blog karena pengen cari duit dan itulah saya :d . Selain untuk melakukan sharing ilmu, tujuan utama saya adalah mencari nafkah melalui Blogging. Bagaimana bisa dengan Nge-Blog kita bisa dapat duit? jawabannya bisa.

Untuk lebih jelasnya nggak akan saya jelaskan panjang lebar disini, mungkin nanti di forum yang berbeda. Tapi memang mencari uang dari Internet bukanlah hal yang mustahil bahkan semua orang memiliki peluang yang sama. Saya memulai ini 1,5 tahun yang lalu dengan modal nekat karena memang jobless alias pengangguran. Bahkan sekarang tetap pengangguran, bedanya sekarang meski terlihat nganggur bisa dapat duit dari Blogging ini :d .

Di bawah ini salah satu hasil saya dari Project Wonderful dari 1 blog saya. Iseng-iseng saja punya space kosong di blog, saya pakai untuk pasang bannernya PW. Hasilnya lumayan untuk beli account Rapidshare :d .

recehan-project-wonderful

Mau juga? kalau mau, sampaikan di komentar ya ;)

Ini sekedar sharing pengalaman saat kemarin sore melakukan servis motor. Motor Jupiter-Z saya speedometernya sudah menunjukkan 31 ribu, sudah kelewat hampir seribu KM untuk melakukan servis rutin yang biasanya saya lakukan 3000 KM sekali. Setelah melihat antrian di Tri Jaya Motor, saya batal servis disana. Pas ke Kediri kemarin, pulangnya mampir ke Bengkel Yamaha di daerah Adan-adan.
Read more

Infrastuktur SMANSA sepertinya sudah membuat kemudahan tersediri bagi saya :D . Beberapa hari lalu saat pengumuman SPPB, pas lagi enak-enak makan di warung dapat SMS dari teman saya yang jadi guru di sekolah swasta di kota Pare sini. Dia minta dikirimkan daftar nama siswa dari sekolahnya yang diterima via jalur SPPB. Walah, pas lagi enak-enak makan kok disuruh kerja..males banget!. Akhirnya saya SMS beliau,”Lihat di website SMANSA, ada list siswa yang diterima”. Saya sih berharap gak dapat sms balik dari dia hihihi.. dan memang benar beliau nggak sms saya balik. Saya tungguin di SMA, beliau juga nggak nongol. Berarti sudah lihat pengumuman di internet. ;)
Read more

Siang tadi saya berdiskusi dengan Meryna yang menyesalkan keputusan sang headmaster SMANSA yang akan mengimplementasikan RSBI di SMANSA tahun depan dan bukan tahun ini. Alasannya SMA sebelah saja tahun ini akan RSBI. Ya buat saja kalau SMA sebelah mau RSBI atau mau SBI sekalian nggak masalah dan nggak ada ngaruhnya sama SMANSA.

Apalagi SMANSA sudah dapat “jatah” Pusat Sumber Belajar tahun 2009 ini, dan segera dimulai. Kalau ditambah RSBI, walah bisa tambah amburadul bingung mana yang dipikir. Kalau mau saya, konsen dulu dengan Pusat Sumber Belajar dan memberikan yang terbaik bagi PSB-PSMA dan direktorat. Lalu kita evaluasi bersama perjalanannya, untuk bekal RSBI.

Soalnya untuk RSBI, persyaratannya sangat berat. Dari luas lahan yang diwajibkan saja SMANSA kayaknya nggak memenuhi hanya ada 6500 m2 dari 15.000 m2 yang dipersyaratkan. Itu belum persyaratan-persyaratan yang lainnya. Kalau dari IT sepertinya sudah 60% siap, tinggal perlu pengembangan dari beberapa kebutuhan RSBI lainnya.

Toh kalau SMANSA nggak RSBI, bukan berarti kualitas SMANSA lebih rendah daripada SMA sebelah. Sekali lagi itu tergantung inputan dan proses belajar mengajar siswanya. Kalau RSBI hanya akan jadi Rintisan Sekolah Bertarif Internasional ya itu sudah pasti..hehehe..

Makanya saya nggak begitu setuju dengan RSBI jika biaya masuknya lebih mahal dari yang sekarang. Ingatlah dengan para siswa siswi yang sebenarnya berpotensi akademik bagus tapi justru takut masuk sekolah Negeri karena ngeri dengan biaya masuknya. Padahal semua orang, semua siswa memiliki hak yang sama memperoleh pendidikan. Lalu dimanakah keadilan pendidikan di negeri ini?

Lupakan dulu yang itu..

Lebih baik kita memikirkan PSB ini ke depannya bagaimana nantinya.. :D
Tetap semangat Tim ICT SMANSA

Guru saat ini seperti dimanjakan dengan banyak tunjangan oleh pemerintah. Tapi di media juga tidak sedikit unjuk rasa para guru honorer yang menuntut diangkat sebagai Guru PNS. Padahal ada hal lain yang perlu diketahui oleh para guru, bahwa Guru bukanlah sebagai profesi yang dianggap sebagai mata pencaharian. Guru tidak hanya sekedar berharap gaji dan uang apalagi fasilitas. Tapi Guru adalah sebuah pengabdian mencerdaskan anak bangsa.
Read more


  • Tentang Saya

    Pak Guru
    Rofi'ul Hadi, hanya pengangguran yang ikut bantu-bantu berbagi ilmu di SMAN 1 Pare tercinta. Bisa dihubungi di Facebook
    YM :
    Email : sales@saktilindo.org
  •  

    Juli 2009
    S S R K J S M
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031